Selasa, 17 Oktober 2017

Bersabarlah Kasih

BERSABARLAH KASIH

Bersabarlah kasih,

Ku tahu rindumu amat mendalam,

Aku juga merasakan hal yang sama,

Bahkan lebih dalam dibanding samudra terdalam dimuka bumi ini,

Rindu bukanlah hal yang baru untuk Ku,

Rindulah yang selalu menjadi sahabatku disaat jauh darimu,

Rindu-lah merupakan musuh sekaligus motivasi Ku,

Karena rindu Aku merasakan betapa berartinya dirimu,

Waktu-waktu yang kuhabiskan bersamamu sangatlah berharga untuku,

Namun rindu juga yang menyesakan dadaku,

Ku ingin menghabiskan masa tua ku bersamamu,

Namun lagi lagi kita tidak tahu apakah nanti kita bisa saling bertemu,

Maaf jika Aku terlalu egois terhadap perasaanku kepadamu,

Tidak ada yang bisa menjamin kita akan bersatu,

Atau bahkan ajal yang dahulu menjemput,

Teruslah berusaha, berharap, dan berdoa kepada Sang Pemilik Hati,

Dialah kunci dari setiap orang yang saling menemukan,

Ku harap Aku bisa menemukanmu diujung dermaga penantian.



Pekanbaru, 17 Oktober 2017




Kak Ngun

Kamis, 31 Agustus 2017

Daging Yang Tak Dirindukan

Daging Yang Tak Dirindukan

Kau tau malam apa ini?

Ya malam ini malam takbir atau lebih tepatnya tanggal 9 Dzuil-Hijjah 1438 H

Seperti tahun sebelumnya, Aku merayakan Idul Adha di tanah rantau

Aku tinggal di asrama salah satu kampus di Kota Pekanbaru

Malam ini asramah sangat hening

Kau tahu kenapa?

Ya semua kembali ke kampong halamannya untuk 
merayakan hari Raya Idul Adha dirumah

Bukankah begitu menyenangkan ketika kita bersama keluarga kita di malam yang istimewa ini

Namun tak semua bisa kembali kerumah

Aku dan beberapa anak asrama yang lain tetap tinggal di asramah

Bukannya kami tak rindu kampong halaman

Tapi kami punya alasan,

Meskipun kendala terbesar kami masalah keuangan

Kami bisa saja pulang, namun belum tentu bisa kembali lagi

Ketika orang lain rindu akan daging qurban

Kami hanya rindu keluarga kami.


Pekanbaru, 9 Dzul-Hijjah 1438 H



Kak Ngun

Kamis, 17 Agustus 2017

Hujan dan Jatuh Cinta

Hujan dan Jatuh Cinta


Kau tahu apa yang Aku suka dari hujan?

Ia pantang menyerah,

Ia terus datang walaupun jatuh ribuan kali,

Ia seperti tak mengenal rasa sakit,

Ia tak bisa memilih dimana Ia akan jatuh,

Di sungai, di danau, di pohon, bahkan di tumpukan sampah,

Apa Ia mengeluh?

Tentu saja tidak, Ia akan terus datang,

Ia yakin dimanapun Tuhan memerintahkannya untuk jatuh, disitulah Ia akan jatuh,

Karena Ia yakin dimanapun Ia jatuh, akan ada manfaat, cobaan dan hikmah disetiap tetesnya,

Yang akan memberikan pelajaran kepada umat manusia,

Jika Ia tidak dijaga dan dihargai Ia akan membawa bencana

Tetapi jika ia dimanfaatkan ia akan membawa sejuta manfaat

Begitu juga dengan jatuh cinta,

Kadang kita tak bisa memilih kemana cinta ini akan jatuh,

Bahkan tanpa disadari cinta jatuh begitu saja tanpa alasan yang jelas,

Seolah olah semua terjadi begitu saja,

Cinta tak butuh alasan untuk jatuh,

Layaknya hujan, jatuh cinta mengandung manfaat, cobaan dan hikmah,

Jika ia jatuh dan kita salah menanggapinya cinta akan membawa kegelisahan, kecemasan bahkan kemaksiatan,

Namun jika kita menjaganya dan mengembalikannya kepada Sang Pencipta yakinlah semua akan indah pada waktunya

Jika Kau bertanya apakah kita harus melepaskannya atau memperjuangkan?

Mengapa kita tidak melakukan keduanya,

“Melepaskannya dalam doa dan meperjuangkanya lewat tindakan demi meraih yang terbaik”


Kak Ngun



Batam, 17 Januari 2017

Senin, 10 Juli 2017

Terbang Bebas

Terbang Bebas

Siang ini Aku bersiap untuk terbang

Kumegarkan sayap sayapKu

Kukibaskan sayap sayapKu untuk terbang

Aku terbang mengarungi langit.

Kulihat hamparan awan seoalah olah menari ditemani cahaya mentari

Kurasakan terpaan angin yang menghantam raga ini sungguh nyaman untuk dinikmati

Kunikmati kicauan burung yang menyapaKu di langit

Tak ingin Kumendarat,

Aku ingin terbang dan terus terbang

Menembus batas langit

Tanpa halangan dan rintangan

Takan ada yang akan menggangguKu

Selamat tinggal daratan

Selamat tinggal lautan

Langit telah menyambutku

Dan langit akan menjadi rumahKu

Aku hidup untuk terbang bebas


Batam, 10 Juli 2017


Kak Ngun

Minggu, 21 Mei 2017

Khawatir


Khawatir


Aku tahu tak mudah menjaga suatu perasaan,

Aku tahu dirimu khawatir, apalagi dengan jarak yang memisahkan kita.

Tak heran jika dirimu menanyakan sesuatu mengenai “menjaga perasaan”

Tak heran jika dirimu cemburu kepadaku,

Aku akui begitu banyak godaan yang datang,

Aku akui cukup berat menjaga suatu perasaan ini,

Aku ingin Engkau tahu, bahwa Aku merasakan yang sama, namun Aku tetap yakin dan percaya kepadamu,

“Apakah engkau juga menjaga perasaan ini sebagaimana Aku menjaganya?” tanpa Aku sadari pertanyaan itu muncul begitu saja,

Namun Aku sadar belum saatnya Aku mendengar jawaban atas pertanyaan tersebut, Aku lebih memilih menyibukan diri hingga Aku lupa dengan pertanyaan itu,

Namun layaknya boomerang pertanyaan itu datang kembali, sejauh apapun Aku melemparnya pertanyaan itu selalu datang kembali,

Hingga suatu malam dirimu yang menanyakan hal itu langsung kepadaku,

Jujur Aku sangat gembira engkau menanyakannya padaku, kuutarakan semuanya kepadamu tanpa ada yang kusembunyikan lagi,

Dan satu hal yang Aku pahami, di malam itu kita mengkhawatirkan hal yang sama,

Kita sama sama tahu bahwa Allah Swt. tahu apa yang terbaik untuk Kita,

Yang bisa Kita lakukakan hanyalah berusaha menjaga, terus berharap, dan menjaga kemurniaannya didalam doa.


Pekanbaru, 21 Mei 2017

Kak Ngun

Selasa, 09 Mei 2017

Tanpa Arah


Tanpa Arah

Terkadang Ku tak sadar,

terus berjalan tanpa henti,

terus dan terus berjalan tanpa arah,

Ku tak sadar,

entah apa yang Ku cari,

semua orang menjauh,

semua orang menjaga jarak dengan Ku,

entah apa yang salah dengan Ku,

Aku hanya terus berjalan tanpa arah,

berjalan dengan prinsip yang tidak jelas,

Aku merasa tersisih di tengah keramaian,

semua orang tak menganggapku ada,

hingga suatu hari Aku tersadar,

mungkin anggapanku bahwa semua orang itu sama yang 

membuatku merasa hampa,

namun Dirimu hadir merubah pandanganKu,

Aku terlahir kembali dengan prinsip baru,

Dirimu bagaikan cahaya yang penuntunku,

karenaMu Aku bukanlah seperti Aku yang dulu,

"terimakasih",

hanya ucapan terimakasih yang bisa kuberikan kepadamu.


Pekanbaru, 9 Mei 2017


Kak Ngun

Sabtu, 15 April 2017

BERSABARLAH HATI

BERSABARLAH HATI


Suatu Kenangan muncul ke permukaan,

Entah kapan kenangan itu terjadi,

Yang Ku ingat, saat itu Matahari pergi secara perlahan di ufuk barat ditemani dengan senja yang tampak menawan,

Tampak menawan tuk dipandang oleh mata,

Suasana sore itu terasa tenang, orang - orang tampak berlalu lalang menuju istananya masing – masing

Kaki pun melangkah menuju tempat peristirahatan yang biasa orang sebut rumah,

Engkau melintas di hadapanku, sapaan ringan dan senyuman pun tak dapat dihindari

Itulah pertama kali Kita bertemu,

Waktu terus berlalu tak seorang pun dapat menghentikannya,

“Entah kenapa Kita bisa sedekat ini” ungkap-Ku dalam hati,

Banyak rasa yang tak bisa Ku jelaskan

Seperti racun yang menyebar secara perlahan dan menyesakan dada,

“Apakah ini yang di sebut cinta, rindu, dan sebagainya?” pertanyaan itu terbesit dikepala Ku

Aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama,

Ini bukan pertama kali Aku merasakannya,

Namun kali ini benar-benar berbeda,

Aku tersenyum saat memikirkan hal itu,

Namun Aku berusaha untuk tetap berpikir jernih,

Yang bisa Aku lakukan hanya berdoa kepada sang pemilik hati dan yang maha membolak balikan hati,

Jika benar perasaan ini suci Aku harap perasaan ini terjaga,

Jika benar perasaan ini tulus Aku harap hati ini tetap bersabar,

Sungguh tersiksa namun itulah fitrah manusia,

Aku harap perasaan, cinta, dan rindu ini tidak berlebihan,

Dan jangan sampai cinta ini melibihi cintaku kepada-Mu Ya Rabb.

Sekali lagi bersabarlah hati dan tetaplah tenang hingga waktunya tiba.


Pekanbaru, 9 April 2017




Kak Ngun