Sabtu, 21 April 2018

PUTUSKAN AKU


PUTUSKAN AKU

Apakah engkau sayang kepadaku?

Jika ya, putuskanlah aku

Apakah engkau cinta kepadaku?

Jika ya, putuskanlah aku

Apakah engkau ingin membawaku ke neraka?

Jika tidak, putuskanlah aku

Sudah terlalu lama kita tersesat

Jangan biarkan aku terus tersesat

Biarkan aku kembali ke jalan yang lurus

Hubungan ini tak seharunya ada

Ini bukanlah cinta yang halal

Ini bukanlah cinta yang suci

Tapi ini adalah nafsu yang mengatasnamakan cinta

Jika memang kita ditakdirkan bersama, sejauh apapun terpisah kita akan bertemu

Bertemu disaat yang tepat

Dimana kita terikat dengan ikatan yang halal

Ikatan yang menyempurnakan setengah agama kita

Yaitu ikatan pernikahan

Putuskan atau halalkan…


Pekanbaru, 15 April 2018



Kak Ngun

Sabtu, 14 April 2018

Kamu Cantik Tapi…


Kamu Cantik Tapi…



Kamu cantik, tapi foto selfiemu masih tersebar di dunia maya

Kamu cantik, tapi auratmu belum tertutup sempurna

Kamu cantik, tapi engkau masih menggoda para pria

Parasmu menawan dimata manusia

Begitu sempurna dihadapan kami semua

Engkau merelakan parasmu dilihat ratusan mata di sosial media

Ratusan syahwat bisa saja bermunculan karena parasmu ukhti

Bantulah kami untuk menjaga pandangan terhadapmu ukhti

Jangan sampai engkau berdosa karena kami ukhti

Ya, paras menawanmu merupakan salah satu anugerah Allah SWT

Namun bukankah itu sebatas fisik semata

Yang lambat laun akan terkikis oleh masa

Bagaimana dengan hatimu?

Apakah secantik parasmu?

Bukannya kami munafik atau sok suci

Kelemahan pada diri kami pun masih sangat banyak

Namun, maukah engkau membantu kami ukhti?

Membantu kami menundukan pandangan kami

Membantu Kami berubah menjadi lebih baik

Membantu kami untuk senantiasa menghormatimu

Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus

Aamiin…
Pekanbaru 13 April 2018


Kak Ngun

Jumat, 19 Januari 2018

DERMAGA PENANTIAN

DERMAGA PENANTIAN


Aku menantikanmu,

Menantikanmu diujung dermaga,

Setiap senja dan malam,

Gelap, sepi dan sunyi,

Desiran ombak seakan berbisik “Apa yang engkau tunggu?”

Aku menunggu dirinya,

Ingin ku sebut namanya,

Ingin ku genggam tangannya,

Melepas kerinduan bersamanya,

Semua terasa indah ketika dibayangkan,

Semua terasa nyata ketika dimimpikan,

Namun semua hanyalah khayalan belaka,

Semua masih khayalan karena satu hal,

“Engkau belum datang”

Engkau belum datang ke dermaga ini,

Ku harap engkau tidak melupakan dermaga ini,

Tempat engkau pulang melepas rindu,

Aku akan tetap menunggumu disini

Aku yakin engkau akan datang,

Biarkan aku menantimu, diujung dermaga penantian.




Pekanbaru, 19 Januari 2018



Kak Ngun

Senin, 25 Desember 2017

Kagum

Kagum


Saat kita pertama kali berjumpa,

Saat kita pertama kali berkenalan,

Aku mulai kagum padamu,

Dirimu meiliki apa yang tidak dimiliki orang lain,

Dirimu menjaga pandanganmu dari setiap apa yang dilarang untuk dipandang,

Bukan hanya di dunia nyata namun juga di dunia maya,

Ayat-ayat Qur’an yang dirimu hafal,

Ilmu agama yang begitu luas,

Pakaian yang selalu menjaga kehormatanmu sebagai wanita muslim,

Tersirat dibenaku ingin aku mempersuntingmu,

Namun apakah diri ini pantas?

Semoga dirimu istiqomah dengan hijrahmu,

Pelan-pelan aku mengikuti jejak hijrahmu,

Untuk saat ini biarlah aku menjadi pengagummu,

Untuk saat ini biarlah namamu yang ku semogakan dalam doaku,

Wahai sang pemilik hati, jadikanlah hijrahku ini hijrah karena-MU, sehingga aku pantas bersamanya.


Pekanbaru, 25 Desember




Kak Ngun

Konsep Matematika dengan Sedekah

Ustad Yusuf Mansur bertutur bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menutup kesalahan serta keburukan serta bisa mendatangkan ridho Allah.
Intinya sederhana, barang siapa yang memberi maka dia akan dibalas oleh Alloh dengan berlipat-lipat. Karena Alloh SWT tidak pernah menyia-nyiakan hambanya telah mendekat kepada-Nya.

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,..” (QS. Ali ‘Imran : 195)

Berikut konsep “matematika“ sedekah yang diajarkan oleh Ustad Yusuf Mansur:

1. Memberi 1 dibalas 10 

Misal kita memiliki Rp. 100.000, bila kita menyedekahkan sebagian dari uang tersebut maka perhitungannya matematika yang normal sebagai berikut:

100.000 – 10.000 = 90.000

Akan tetapi dengan konsep sedekah, matematikanya menjadi:

100.000 – 10.000   = 190.000
100.000 – 30.000   = 370.000
100.000 – 50.000   = 550.000
100.000 – 70.000   = 730.000
100.000 – 90.000   = 910.000
100.000 – 100.000 = 1.000.000

Kok bisa? Ya memang bisa, karena tiap-tiap uang yang kita sedekahkan akan dibalas 10x lipat dari nominal yang kita sedekahkan.

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”
(QS. Al An’aam : 160)

2. Memberi 1 dibalas 700

Misal kita memiliki Rp. 100.000, bila kita menyedekahkan sebagian dari uang tersebut maka perhitungan dengan konsep matematika sedekah sebagai berikut:

100.000 – 10.000   = 7.090.000
100.000 – 30.000   = 21.070.000
100.000 – 50.000   = 35.050.000
100.000 – 70.000   = 49.030.000
100.000 – 90.000   = 63.010.000
100.000 – 100.000 = 70.000.000

Sunggu luar biasa bukan. Ini bukan asal bicara, tapi Alloh yang sudah menjanjikan lewat firman-Nya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 
(QS. Al An’aam : 160)

Masih kurang janji Alloh? Ini yang lebih dahsyat

3. Memberi 1 Dibalas Tak Hingga 

Alloh SWT pemilik jagad raya ini, Alloh Maha Kuasa, Alloh Raja segala raja, dan Alloh Maha Pengasih dan Penyayang,

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”
(QS. Al Faathir: 13)

Semua yang Alloh kehendaki pasti terjadi, “Kun Fayakun”, “Jadilah maka jadilah”. Alloh saja sanggup menundukkan siang menjadi malam, mengubah malam menjadi siang, menghidup dan mematikan seseorang, apalagi Cuma untuk menyembuhkan penyakit, melunaskan hutang, meyelesaikan masalah, itu kecil bagi Alloh SWT.


Minggu, 22 Oktober 2017

Si PEGGORES TINTA HITAM



Si PEGGORES TINTA HITAM

Akulah si penggores tinta hitam

Sebuah surat merah jambu aku siapkan lengkap denga pena hitam yang siap menari diatas kertas.

Taukah engkau, surat ini kutulis dengan segenap keberanianku,

Kutulis kata demi kata, kalimat demi kalimat

Betapa aku mengagumimu,

Kutuangkan semua kekagumanku padamu,

Setiap tetes tinta yang keluar selalu ada dirimu membayang dipikiranku,

Taukah enggkau bahwa disetiap goresan tinta ini merupakan isi dari hatiKu,

Benar, Aku mengagumimu dalam diamKu,

Senyumanmu menghilangkan keluhku.

Ingin Aku menyapa mu,

Mengenal lebih dekat tentangmu

Namun keberanianku menciut saat melihat wajahmu,

Terbesit sebuah pertanyaan,

Apakah engkau juga mengagumiku seandainya engkau mengenalku? Atau dirimu mengagumi orang lain?

Aku belum siap mendengar jawaban dari setiap pertanyaan itu,

Aku takut jawaban yang kudengar bukanlah jawaban yang Aku inginkan,

Cukuplah Aku mengagumimu dari jauh,

Cukuplah Aku mengagumimu dalam diamku,

Aku adalah si penggores tinta hitam, dan Aku adalah pengagum rahasiamu



Pekanbaru, 21 Oktober 2017


Kak Ngun

Selasa, 17 Oktober 2017

Bersabarlah Kasih

BERSABARLAH KASIH

Bersabarlah kasih,

Ku tahu rindumu amat mendalam,

Aku juga merasakan hal yang sama,

Bahkan lebih dalam dibanding samudra terdalam dimuka bumi ini,

Rindu bukanlah hal yang baru untuk Ku,

Rindulah yang selalu menjadi sahabatku disaat jauh darimu,

Rindu-lah merupakan musuh sekaligus motivasi Ku,

Karena rindu Aku merasakan betapa berartinya dirimu,

Waktu-waktu yang kuhabiskan bersamamu sangatlah berharga untuku,

Namun rindu juga yang menyesakan dadaku,

Ku ingin menghabiskan masa tua ku bersamamu,

Namun lagi lagi kita tidak tahu apakah nanti kita bisa saling bertemu,

Maaf jika Aku terlalu egois terhadap perasaanku kepadamu,

Tidak ada yang bisa menjamin kita akan bersatu,

Atau bahkan ajal yang dahulu menjemput,

Teruslah berusaha, berharap, dan berdoa kepada Sang Pemilik Hati,

Dialah kunci dari setiap orang yang saling menemukan,

Ku harap Aku bisa menemukanmu diujung dermaga penantian.



Pekanbaru, 17 Oktober 2017




Kak Ngun