Cinta Dari Langit
Cinta dari langit begitulah aku menyebutnya,
meskipun terpisah jauh di muka bumi bukankan kita masih memandang langit yang
sama? Layaknya hujan yang dapat menutupi cerahnya sinar mentari dan malam
dengan segala kesunyian dan kesepiannya, begitulah yang kurasakan disetiap
detik. Dapatkah engkau merasakan penantian seluas langit yang mengalir disetiap
tetes darah ini? Hati yang sepi dan lusuh ini mulai tidak dapat menampung
butiran-butiran rindu yang menumpuk.
Namun diri ini yakin dan percaya akan tampak cahaya
keberhasilan dan penantian di lorong kegelapan yang sedang aku telusuri ini.
Bukankah hujan dan dan sinar mentari dapat menciptakan pelangi kebahagiaan?
Sementara sunyi dan sepi di malam dapat berdampingan romantis dengan taburan
bintang dilangit yang tampak menari-nari ditemani anggunnya cahaya rembulan.
Langit dengan segala perhiasan yang ada dalam
dirinya tampak menakjubkan, cahaya mentari dengan kehangatan kasih sayangnya,
hujan dengan kesedihan disetiap tetesannya, pelangi dengan senyum keceriaannya,
awan dengan keteduhan yang menyejukan, sinar rembulan dengan ketenangannya, dan
bintang dengan gemerlap kerinduannya.
Cinta ini merupakan berkah dari Yang Maha Esa dengan
langit sebagai perantaranya, aku memohon di setiap doaku agar rindu ini sampai
dengan selamat bersatu dengan cinta dalam hatimu, aku berharap dirimu sabar
menanti, tataplah langit saat kau rindu karena hanya lewat langit rindu ini
akan tersampaikan. Sekali lagi aku tegaskan seberat apapun badai yang menerpa,
sejauh apapun kita terdampar setidaknya kita menatap langit yang sama.
Pekanbaru, 4 September 2016
Kak Ngun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar