Senin, 12 September 2016

Kebahagiaan Berselimut Rindu

Kebahagiaan Berselimut Rindu

Malam ini takbir mulai berkumandang, masjid-masjid saut menyaut Menyeru asma Mu Ya Allah, kulihat alam begitu tenang dan sejuk, Aku bersyukur atas Rahmat dan Karunia-Mu ya Allah, Ku lalui malam takbir ini dengan bahagia, tak terasa sudah satu bulan lebih aku berada di tanah perantauan. Esok adalah hari besar bagi umat islam yaitu hari raya Idul Adha. Aku tinggal asramah sekaligus menimba ilmu di universitas negeri islam yang cukup ternama di Kota Pekanbaru, yaitu UIN SUSKA RIAU. Penghuni asramah berkurang, banyak yang memilih untuk merayakan hari raya Idul Adha di kampung halaman, ingin rasanya Aku pulang ketempat dimana Aku dibesarkan namun mengingat biaya yang dikeluarkan aku pun mengurungkna niat Ku. Rindu rasanya melewati malam takbir idul Adha bersama Ayah, Ibu, dan dua orang adikku. Biasanya aku bersama adikku pergi ke masjid untuk takbiran, setelah selesai takbiran aku pun membantu ibuku memasak opor ayam dan sambal kentang. Kedua hidangan itulah yang aku rindukan saat Hari raya, entah mengapa kedua masakan itu terasa begitu nikmat dan spesial dibanding masakan-masakan lain, mungkin ibuku memberi tambahan bumbu spesial yaitu ketulusan dan kasih saying. Namun semua itu hanya kenangan untuk mala ini. Alahamdulillah malam ini pihak asramah mengadakan Buka bersama, kebetulan hampir semua penghuni asramah putra melaksanakan ibadah puasa arafah. Kebersamaan saat buka bersama dapat mengurangi sedikit kerinduanku terhadap keluargaku, disini merupakan keluarga keduaku yang tak kalah penting bagiku.

Setelah melaksanakan shalat Isya berjamaah, Kami biasa berkumpul di aula untuk sekedar ngobrol dan bercerita, namun malam ini ku perhatikan ada yang beda dari wajah penghuni asramah, tersirat di wajah mereka rindu akan keluarga di kampung begitu juga dengan diriku, tapi itu bukanlah alasan untuk berkeluh kesah kami yakin dan percaya niat kami di tanah perantauan untuk menuntut ilmu ini merupakan jalan kemuliaan yang akan kami petik hasil nya dikemudian hari. bukankah Allah SWT akan meninggikan derajat hambanya yang berilmu?, dan itu sudah lebih dari cukup bagi Kami untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, Kami yakin dan percaya Allah SWT tahu apa yang terbaik untuk hambanya.

Jam menunjukan pukul sepuluh, Kami semua bergegas tidur supaya tidak kelelahan untuk melaksanakan Shalat Idul Adha besok. Azan Subuh berkumandang kami pun bergegas menuju aula asramah untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Pagi itu cuaca sangat bersahabat, udara terasa begitu segar dari biasanya, setelah menunaikan shalat subuh kami pun bergegas ke kamar masing-masing untuk mempersiapkan diri melaksanakan shalat Idul Adha. Masih terganjal kerinduan di hati ini terhadap keluargaku, Aku pun bergegas mandi dan mengenakan pakaian terbaikku. Setelah semua siap aku dan beberpa temanku pergi melangkah ke masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari asramah kami. Aku berjalan dengan gembira tak lupa Aku panjatkan doa untuk keluargaku di setiap langkah menuju masjid, sesekali Aku berbincang-bincang di perjalanan, pagi itu suasana alam begitu tenang dan damai aku sangat menikmati perjalanan hingga tak terasa kami tiba di depan masjid, setelah itu kami pun melangkah ke dalam masjid.

Di dalam masjid kami langsung mengambil shaf paling depan, kulihat sekeliling masjid tampak cukup ramai, tak lupa aku melaksanakan shalat sunnah tahyatul masjid. Tak lama kemudian shalat Idul Adha pun di dirikan tepatnya pukul setengah delapan. Sungguh nikmat kurasakan Karunia-Mu, hati ini terasa tenang dan damai. Setelah shalat dilanjutkan dengan mendengarkan kutbah, banyak ilmu yang Aku dapat pagi hari ini, setelah kutbah berakhir Kami pun bersalam-salaman salng meminta maaf, sangat terasa kuatnya tali persaudaraan di tanah melayu ini, meskipun kami tidak saling kenal tapi bukannya sesama muslim itu saudara?. Alahamdulillah tak henti diri ini bersyukur atas rahmat dan karunia-Mu ya Allah, Kami pun melangkah pulang menuju asramah dengan hati tenang. Meskipun begitu aku masih dapat merasakan raup-raup penghuni asramah yang rindu akan keluarganya, hati ini pun berdoa “Ya Allah berilah Kami kekutan, kesabaran, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur. Aamiin”.

Rindu merupakan salah satu keberkahan yang Allah berikan kepada kita, berdoalah kepada Allah agar diberi ketenangan atas rindu yang bergejolak, cukuplah Allah sebagai penolong kita.


Pekanbaru, 12 September 2016





Kak Ngun

Tidak ada komentar: