Kebahagiaan Berselimut Rindu
Malam
ini takbir mulai berkumandang, masjid-masjid saut menyaut Menyeru asma Mu Ya
Allah, kulihat alam begitu tenang dan sejuk, Aku bersyukur atas Rahmat dan
Karunia-Mu ya Allah, Ku lalui malam takbir ini dengan bahagia, tak terasa sudah
satu bulan lebih aku berada di tanah perantauan. Esok adalah hari besar bagi
umat islam yaitu hari raya Idul Adha. Aku tinggal asramah sekaligus menimba
ilmu di universitas negeri islam yang cukup ternama di Kota Pekanbaru, yaitu
UIN SUSKA RIAU. Penghuni asramah berkurang, banyak yang memilih untuk merayakan
hari raya Idul Adha di kampung halaman, ingin rasanya Aku pulang ketempat
dimana Aku dibesarkan namun mengingat biaya yang dikeluarkan aku pun
mengurungkna niat Ku. Rindu rasanya melewati malam takbir idul Adha bersama
Ayah, Ibu, dan dua orang adikku. Biasanya aku bersama adikku pergi ke masjid
untuk takbiran, setelah selesai takbiran aku pun membantu ibuku memasak opor
ayam dan sambal kentang. Kedua hidangan itulah yang aku rindukan saat Hari
raya, entah mengapa kedua masakan itu terasa begitu nikmat dan spesial dibanding
masakan-masakan lain, mungkin ibuku memberi tambahan bumbu spesial yaitu
ketulusan dan kasih saying. Namun semua itu hanya kenangan untuk mala ini. Alahamdulillah
malam ini pihak asramah mengadakan Buka bersama, kebetulan hampir semua
penghuni asramah putra melaksanakan ibadah puasa arafah. Kebersamaan saat buka
bersama dapat mengurangi sedikit kerinduanku terhadap keluargaku, disini
merupakan keluarga keduaku yang tak kalah penting bagiku.
Setelah
melaksanakan shalat Isya berjamaah, Kami biasa berkumpul di aula untuk sekedar
ngobrol dan bercerita, namun malam ini ku perhatikan ada yang beda dari wajah
penghuni asramah, tersirat di wajah mereka rindu akan keluarga di kampung begitu
juga dengan diriku, tapi itu bukanlah alasan untuk berkeluh kesah kami yakin
dan percaya niat kami di tanah perantauan untuk menuntut ilmu ini merupakan
jalan kemuliaan yang akan kami petik hasil nya dikemudian hari. bukankah Allah
SWT akan meninggikan derajat hambanya yang berilmu?, dan itu sudah lebih dari
cukup bagi Kami untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha
Esa, Kami yakin dan percaya Allah SWT tahu apa yang terbaik untuk hambanya.
Jam
menunjukan pukul sepuluh, Kami semua bergegas tidur supaya tidak kelelahan
untuk melaksanakan Shalat Idul Adha besok. Azan Subuh berkumandang kami pun
bergegas menuju aula asramah untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Pagi itu
cuaca sangat bersahabat, udara terasa begitu segar dari biasanya, setelah
menunaikan shalat subuh kami pun bergegas ke kamar masing-masing untuk
mempersiapkan diri melaksanakan shalat Idul Adha. Masih terganjal kerinduan di
hati ini terhadap keluargaku, Aku pun bergegas mandi dan mengenakan pakaian
terbaikku. Setelah semua siap aku dan beberpa temanku pergi melangkah ke masjid
yang jaraknya tidak terlalu jauh dari asramah kami. Aku berjalan dengan gembira
tak lupa Aku panjatkan doa untuk keluargaku di setiap langkah menuju masjid,
sesekali Aku berbincang-bincang di perjalanan, pagi itu suasana alam begitu
tenang dan damai aku sangat menikmati perjalanan hingga tak terasa kami tiba di
depan masjid, setelah itu kami pun melangkah ke dalam masjid.
Di
dalam masjid kami langsung mengambil shaf paling depan, kulihat sekeliling
masjid tampak cukup ramai, tak lupa aku melaksanakan shalat sunnah tahyatul
masjid. Tak lama kemudian shalat Idul Adha pun di dirikan tepatnya pukul
setengah delapan. Sungguh nikmat kurasakan Karunia-Mu, hati ini terasa tenang
dan damai. Setelah shalat dilanjutkan dengan mendengarkan kutbah, banyak ilmu
yang Aku dapat pagi hari ini, setelah kutbah berakhir Kami pun bersalam-salaman
salng meminta maaf, sangat terasa kuatnya tali persaudaraan di tanah melayu
ini, meskipun kami tidak saling kenal tapi bukannya sesama muslim itu saudara?.
Alahamdulillah tak henti diri ini bersyukur atas rahmat dan karunia-Mu ya
Allah, Kami pun melangkah pulang menuju asramah dengan hati tenang. Meskipun begitu
aku masih dapat merasakan raup-raup penghuni asramah yang rindu akan
keluarganya, hati ini pun berdoa “Ya Allah berilah Kami kekutan, kesabaran, dan
jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur. Aamiin”.
Rindu
merupakan salah satu keberkahan yang Allah berikan kepada kita, berdoalah
kepada Allah agar diberi ketenangan atas rindu yang bergejolak, cukuplah Allah
sebagai penolong kita.
Pekanbaru, 12 September 2016
Kak Ngun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar