Sabtu, 28 Juli 2018

Suarakan Kebenaran


Suarakan Kebenaran

Hai saudaraku,

Dimanakah dirimu saat yang lain berjuang menyuarakan kebenaran.

Hai saudaraku,

Dimanakah hatimu sehingga engkau tidak peduli lagi saat kebenaran dibela.

Engkau bertanya apa untungnya menyuarakan kebenaran?

Itu pertanyaan retoris kawan,

Pertanyaan yang tak perlu dijawab,

Engkau biarkan yang salah semakin salah,

Saat semua kacau balau, engkau menyalahkan kami?

Sadarlah kawan,

Lihat statusmu kawan,

Kita adalah mahasiswa,


Apa guna almamater yang engkau sandang ketika kebenaran tak berani engkau suarakan,

Jika engkau tidak ingin berjuang dengan kami menyuarakan kebenaran,

Lebih baik engkau diam daripada engkau melemahkan perjuangan saudaramu yang lain,

Biarlah kami yang terluka,

Biarkan kami yang berdarah,

Daripada kami diam melihat kemungkaran,

Wahai saudaraku teruslah membisu dan bakar saja almamatermu.


Batam, 28 Juli 2018



Kak Ngun

Sabtu, 21 Juli 2018

Menanti


Menanti

Mananti

Entah siapa yang kunanti

Aku menantikan sesuatu yang tak pasti

Rasa rindu muncul entah dari mana

Entah siapa yang kurindukan

Semua buram tak terlihat

Tanpa nama

Tanpa jejak

Mungkin belum saatnya aku tahu siapa yang kunanti

Mungkin belum saatnya aku tahu siapa yang kurindukan

Aku selalu menanti dimana aku bisa memohon restu orang tuamu

Memohon restu untuk menjemputmu dari mereka

Menyempurnakan setengah agamaku dan setengah agamamu

Memohon keridhoan-Nya untuk merajut masa depan denganmu

Tunggulah aku datang untuk menjemputmu

Meskipun ku tak tahu siapa dirimu


Batam, 21 Juli 2018



Kak Ngun

Sabtu, 30 Juni 2018

Aku Rapuh (Tangan)

Aku Rapuh (Tangan)
Oleh: Siti Nurkhaliza

Aku Rapuh …

Ketika aku mencoba menggerakkanmu, tapi kau hanya terdiam.

Aku Rapuh …

Ketika aku mencoba menggerakkanmu, tapi aku sendiri yang merasakan sakit.

Aku Rapuh …

Ketika melihatmu hanya terdiam, padahal kau sangat dibutuhkan.

Aku Rapuh …

Ketika melihat pasanganmu harus bekerja sendiri.

Aku Rapuh …

Ketika melihat pasanganmu harus mengerjakan semua tugasmu.

Sampai kapan kau akan terdiam ?

Tapi aku tidak akan menyerah untuk terus mengajarimu kembali bergerak.

Hingga akhirnya kau bisa kembali menemani pasanganmu untuk berdoa dan 
kembali bersujud kepada Allah Tuhan Semesta alam.



Kepulauan Riau, 18 Juni 2018





Siti Nurkhaliza

Sabtu, 05 Mei 2018

JENUH

JENUH


Jenuh

Aku mulai jenuh dengan semuanya

Dulu semua terasa nikmat

Hari hari kunikmati dengan semangat membara

Tapi itu dulu, sebelum kejenuhan datang

Sekarang, semua terasa hampa

Sekarang, semua terasa hambar

Tak ada lagi ambisi, Tak ada lagi semangat

Aku terjatuh, Aku tersungkur

Aku lelah, Aku lemah

Tak ada lagi tempat bersandar

Tak ada lagi tempat bergantung

Biarkan lautan kejenuhan menenggelamkanku

Biarkan aku tenggelam

Biarkan aku menghilang

Menghilang dengan keputusasaan



Pekanbaru, 5 Mei 2018



Kak Ngun

Sabtu, 21 April 2018

PUTUSKAN AKU


PUTUSKAN AKU

Apakah engkau sayang kepadaku?

Jika ya, putuskanlah aku

Apakah engkau cinta kepadaku?

Jika ya, putuskanlah aku

Apakah engkau ingin membawaku ke neraka?

Jika tidak, putuskanlah aku

Sudah terlalu lama kita tersesat

Jangan biarkan aku terus tersesat

Biarkan aku kembali ke jalan yang lurus

Hubungan ini tak seharunya ada

Ini bukanlah cinta yang halal

Ini bukanlah cinta yang suci

Tapi ini adalah nafsu yang mengatasnamakan cinta

Jika memang kita ditakdirkan bersama, sejauh apapun terpisah kita akan bertemu

Bertemu disaat yang tepat

Dimana kita terikat dengan ikatan yang halal

Ikatan yang menyempurnakan setengah agama kita

Yaitu ikatan pernikahan

Putuskan atau halalkan…


Pekanbaru, 15 April 2018



Kak Ngun

Sabtu, 14 April 2018

Kamu Cantik Tapi…


Kamu Cantik Tapi…



Kamu cantik, tapi foto selfiemu masih tersebar di dunia maya

Kamu cantik, tapi auratmu belum tertutup sempurna

Kamu cantik, tapi engkau masih menggoda para pria

Parasmu menawan dimata manusia

Begitu sempurna dihadapan kami semua

Engkau merelakan parasmu dilihat ratusan mata di sosial media

Ratusan syahwat bisa saja bermunculan karena parasmu ukhti

Bantulah kami untuk menjaga pandangan terhadapmu ukhti

Jangan sampai engkau berdosa karena kami ukhti

Ya, paras menawanmu merupakan salah satu anugerah Allah SWT

Namun bukankah itu sebatas fisik semata

Yang lambat laun akan terkikis oleh masa

Bagaimana dengan hatimu?

Apakah secantik parasmu?

Bukannya kami munafik atau sok suci

Kelemahan pada diri kami pun masih sangat banyak

Namun, maukah engkau membantu kami ukhti?

Membantu kami menundukan pandangan kami

Membantu Kami berubah menjadi lebih baik

Membantu kami untuk senantiasa menghormatimu

Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus

Aamiin…
Pekanbaru 13 April 2018


Kak Ngun

Jumat, 19 Januari 2018

DERMAGA PENANTIAN

DERMAGA PENANTIAN


Aku menantikanmu,

Menantikanmu diujung dermaga,

Setiap senja dan malam,

Gelap, sepi dan sunyi,

Desiran ombak seakan berbisik “Apa yang engkau tunggu?”

Aku menunggu dirinya,

Ingin ku sebut namanya,

Ingin ku genggam tangannya,

Melepas kerinduan bersamanya,

Semua terasa indah ketika dibayangkan,

Semua terasa nyata ketika dimimpikan,

Namun semua hanyalah khayalan belaka,

Semua masih khayalan karena satu hal,

“Engkau belum datang”

Engkau belum datang ke dermaga ini,

Ku harap engkau tidak melupakan dermaga ini,

Tempat engkau pulang melepas rindu,

Aku akan tetap menunggumu disini

Aku yakin engkau akan datang,

Biarkan aku menantimu, diujung dermaga penantian.




Pekanbaru, 19 Januari 2018



Kak Ngun