TETESAN RINDU
Entah penyakit atau kutukan yang Aku rasakan,
semakin Ku coba untuk terbebas semakin dalam Aku terjerat, semakin Ku coba tuk
terbang bebas semakin dalam pula Aku tenggelam. Ku bertanya di dalam hati
kecilku adakah obat untuk menghapus penyakit ini? Penyakit yang terkadang
membuatKu tenang dan sejuk layaknya embun di waktu subuh namun sering jua
menimbulkan gejolak membara di dalam hati bagaikan api yang bergerak liar yang
menghanguskan apapun yang menghalanginya.
Entah apakah dirimu mersakan hal yang sama atau
hanya Aku, tapi aku singkirkan keraguan itu dan Aku kubur dalam-dalam, hanya
harapan dan doa yang bisa Aku panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa dalam setiap
langkah demi langkah yang Aku lalui, tahukah dirimu bahwa pria inilah yang
memiliki cinta dalam diam di dalam hatimu, lelaki inilah yang memiliki harapan
untuk menuntunmu berjalan beriringan menuju surga. Jika disini aku menjaga Ku
harap dirimu disana menanti jika disini Aku berdoa Ku harap dirimu disana
setia, itulah bisikan hatiKu dalam setiap tetesan rindu ini. Akan kujaga
ketulusan hati ini sebisa mungkin agar tetap suci saat sampai pada dirimu
Jika kelak memang takdir tuhan berkata lain Aku
hanya bisa pasrah, diriku yang lemah ini yakin dan percaya Tuhan tahu apa yang
terbaik untuk diriku dan dirimu, dan jika memang kita tidak di takdirkan
bersatu, paling tidak diriku ini pernah ada di hatimu walaupun hanya sesaat,
paling tidak namamu pernah terukir dalam kemurnian cinta ini. Bukan Takdir yang
kejam hanya saja skenario Tuhan pastilah lebih baik, biarkan aku tanggung
setiap tetesan rindu ini, namun akan kutinggalkan beberapa tetesan rindu ini di
hatimu, bukan untuk berbagi beban tapi aku hanya ingin dirimu mengingat bahwa
aku akan selalu menjadi pemuja rahasia mu
Pekanbaru,
6 September 2016
Kak Ngun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar