Minggu, 11 September 2016

TETESAN RINDU

TETESAN RINDU

Entah penyakit atau kutukan yang Aku rasakan, semakin Ku coba untuk terbebas semakin dalam Aku terjerat, semakin Ku coba tuk terbang bebas semakin dalam pula Aku tenggelam. Ku bertanya di dalam hati kecilku adakah obat untuk menghapus penyakit ini? Penyakit yang terkadang membuatKu tenang dan sejuk layaknya embun di waktu subuh namun sering jua menimbulkan gejolak membara di dalam hati bagaikan api yang bergerak liar yang menghanguskan apapun yang menghalanginya.

Entah apakah dirimu mersakan hal yang sama atau hanya Aku, tapi aku singkirkan keraguan itu dan Aku kubur dalam-dalam, hanya harapan dan doa yang bisa Aku panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa dalam setiap langkah demi langkah yang Aku lalui, tahukah dirimu bahwa pria inilah yang memiliki cinta dalam diam di dalam hatimu, lelaki inilah yang memiliki harapan untuk menuntunmu berjalan beriringan menuju surga. Jika disini aku menjaga Ku harap dirimu disana menanti jika disini Aku berdoa Ku harap dirimu disana setia, itulah bisikan hatiKu dalam setiap tetesan rindu ini. Akan kujaga ketulusan hati ini sebisa mungkin agar tetap suci saat sampai pada dirimu

Jika kelak memang takdir tuhan berkata lain Aku hanya bisa pasrah, diriku yang lemah ini yakin dan percaya Tuhan tahu apa yang terbaik untuk diriku dan dirimu, dan jika memang kita tidak di takdirkan bersatu, paling tidak diriku ini pernah ada di hatimu walaupun hanya sesaat, paling tidak namamu pernah terukir dalam kemurnian cinta ini. Bukan Takdir yang kejam hanya saja skenario Tuhan pastilah lebih baik, biarkan aku tanggung setiap tetesan rindu ini, namun akan kutinggalkan beberapa tetesan rindu ini di hatimu, bukan untuk berbagi beban tapi aku hanya ingin dirimu mengingat bahwa aku akan selalu menjadi pemuja rahasia mu

Pekanbaru, 6 September 2016



Kak Ngun

Tidak ada komentar: