Kamis, 20 Oktober 2016

Badai Kenangan

Badai Kenangan

Angin berhembus kencang dimalam yang mencekam, kilat menyambar dengan garang, pohon terombang ambing seakan meminta pertolongan, Ku lihat awan hitam pekat yang seakan-akan membawa kesedihan dan keluh kesah seluruh umat manusia, tak lama kemudian hujan pun turun dengan tajam menghujani bumi.


Badai ini mengingatkanku dengan secercah kenangan yang tampak begitu indah, Aku lalui hari demi hari dengan senyuman dan ketenangan tanpa kekhawatiran, itulah zona nyaman yang pernah aku lalui namun, Waktu memaksaku pergi meninggalkan semua kenikmatan dan kenyamanan pada saat itu layaknya badai yang datang mengganggu ketenangan malam, raga ini pergi bukan tanpa alasan, raga ini pergi karena Aku sadar kapan diri ini berkembang? Masa depan menanti di depan sana, Aku mencoba meraihnya bukan sekedar untuk keegoisanku, tapi untuk mengharapkan Rahmat, Karunia, dan keRidhoan Mu ya Rabb. Selain itu diri ini ingin melihat senyuman bangga sepasang malaikat penjagaku di bumi yang biasa disebut ayah dan ibu.


Air mata pun jatuh seakan menandakan bahwa berat kaki ini melangkah namun waktu dan masa depan medorong raga ini pergi layaknya anak burung yang keluar dari sangkarnya untuk mempertahankan hidupnya. Meskipun begitu Aku yakin ini adalah skenario terbaik yang diberikan Allah SWT. Aku yakin badai pastilah berlalu, aka ada kesejukan dan ketenangan dibalik badai yang liar ini. Halo masa depan Aku datang untukmu,,,,,,



Pekanbaru, 15 Oktober 2016


KakNgun


Sabtu, 15 Oktober 2016

Seanggun Cahaya Rembulan

Seanggun Cahaya Rembulan

Malam ini langit begitu cerah untuk dipandang,
Bintang berlarian kesana kemari,
Rembulan menampakan senyumnya dan cahayanya menambahkan pesonanya, suatu kemuliaan bagi yang memandang
Terlintas bayangan dirimu saat ku tatap rembulan,
Dirimu tersenyum anggun kepadaku, tersipu malu kau buat diriku malam ini
Ingin ku raih tanganmu dan kubawa terbang diantara bintang-bintang
Namun aku segera tersadar dari lamunanku,
Andai kau tau perasaan ini, namun aku sadar bukankah kita terlalu dini untuk mengenal cinta?
Di setiap nafas yang ku hembuskan ini hanya permohonan yang terucap,
Semoga cinta dalam hati ini terjaga dalam kesucian sampai dimana kita pantas membaginya,
Raga ini yakin semua akan indah pada waktunya,
Di malam yang pekat ini Aku hanya bisa pasrah dan menanti di ujung dermaga kerinduan,
Hanya ke anggunan cahaya rembulan sebagai pelipur lara.

Pekanbaru, 9 September 2016



KakNgun