Lebih Dari Sekedar Tulang Punggung (Ayah)
Senja sudah di telan malam lelah tergambar
jelas di wajahmu namun Engkau bergegas untuk melangkah pulang, engkau melangkah
pulang dengan rasa kerinduan, melangkah pulang ke sebuah istana yang engkau
bangun dengan jerih payah, air mata, dan pengorbanan, tapi bukan istana itu
yang yang Engkau nantikan namun sambutan hangat penghuni istana itu. Ya… Aku
termasuk salah satu penghuni istana itu, istana yang biasa orang sebut rumah,
mungkin yang orang lain hanyalah rumah kecil yang sangat sederhana tampak
rindang dengan tanaman tanaman menghiasi halaman rumah namun Engkau selalu
menganggap ini lebih dari sekedar rumah. LangkahMu mulai terdengar, tubuh gagahMu
mulai tampak dari kejauhan, Aku bergegas berlari ke halaman rumah tak sabar
melihat senyumanmu yang tulus itu. Ayah pulang….. teriaku lantang memecah
keheningan rumah, ya Dialah sang tulang punggung keluarga yang biasa kita sebut
Ayah/Papa/Abi dan sebagainya. Ibu dan kedua Adiku langsung beranjak dari
kesibukannya. Seperti biasa Ayah datang dengan senyuman yang agak memaksa, Aku
tahu Ayah menyembunyikan kelelahannya namun Ayah tampak menikmati sambutan kami
yang cukup sederhana, Ibu selalu menyiapkan segelas Teh Hangat untuk Ayah, Aku
dan Adiku langsung berebut mencium tangan Ayah. Setelah mencium tangan Ayah,
Aku mengambil tas Ayah dan menyimpannya di kamar kedua Adiku langsung duduk di
samping kanan dan kiri Ayah di depan rumah dan ibuku tersenyum hangat melihat
kebersamaan itu, Ayah selalu bertanya kegiatan kami di sekolah maupun dirumah,
Aku dan Adiku pun antusias menceritakan pengalaman kami, setelah cukup puas
bercerita biasa Ayah menyuruh Kami ber tiga masuk untuk belajar dan
mempersiapkan kebutuhan yang akan di bawa untuk sekolah besok, setelah Kami
masuk giliran Ayah dan Ibu berbincang bincang di depan rumah.
Setelah perbincangan selesai Ayah dan
ibu pun masuk, Ibu langsung ke dapur mempersiapkan makan malam, dan Ayah menghampiri
kami satu persatu menawarkan bantuan seperti mengerjakan tugas dan sebagainya. Entah
kenapa Ayahku sangat ahli hampir di semua bidang. Ayah bekerja di salah satu
perusahaan swasta dan bergelut dengan berbagai jenis mesin seperti mesnin CNC,
hydrolik, dan sebagainya sesuai dengan keahliannya, itu sih sejalan dengan
pendidikan Ayahku yang merupakan lulusan SMK Pembangunan yang terletak di
daerah Semarang, SMK yang cukup terkenal di Indonesia pada masa itu dimana
lulusannya sangat berkualitas, dengan bermodalkan hanya Ilmu mesin itulah
Ayahku dapat menikmati pemandangan bunga Sakura di Jepang, dan ke beberapa Negara
lain seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Wow…… itulah yang muncul di
benaku ketika Ayah menceritakan pengalamannya menjelajah ke beberapa Negara di
Asia. Tak hanya itu Ayahku juga mengerti mengenai instalasi Listrik, jika ada
masalah listrik di rumah Ayahlah yang akan memperbaikinya dengan sigap, belum
lagi keahlian Ayah dalam bidang bangun membangun rumah yang Ayah dapat dari
Almarhum Kakek, pagar depan rumah, halaman, renovasi kamar mandi dan ruang
tengah rumahku bukanlah tukang namun Ayahku di bantu dengan ketiga pasukannya
yaitu Aku dan kedua Adiku yang sebenarnya lebih banyak mengganggu dibanding membantu
Aku tertawa sendiri jika mengingat momen itu. Namun belum sampai disitu Ayahku
juga sangat pandai dibidang Matematika dimana saat Aku dan Adiku mulai
kehabisan amunisi untuk menyelesaikan soal matematika seketika datang bala
bantuan yang selalu berhasil menaklukan soal demi soal matematika Kami. Belum lagi
keahlian Ayah di bidang seni, Ayah sangat mahir membuat prakarya, setiap ada
tugas prakarya di sekolah rumahku selalu kedatangan tamu teman teman sekolahku
untuk minta di bantu membuat prakarya dengan Ayahku. Wow Amazing,,,,,,, . Jika
kalian bertanya siapakah inspirator diriku kalian tak perlu jauh jauh mencari
jawabannya, siapa lagi kalau bukan Ayahaku.
Malam pun semakin larut ibuku menyuruh
kami untuk bergegas tidur Ibuku tidur dengan Adiku yang paling kecil sedangkan
Aku dan Adiku yang tertua tidur bersama Ayah, terkadang Ibu sempat ngomel ke
Ayah karena Ayah sering kali tidur duluan dibanding Aku dan Adiku, ketika Ayah
tidur duluan Kami berdua memanfaatkan kesempatan itu untuk bercerita dan
bermain, Ya,,, kami paling susah kalau disuruh tidur tapi sekali sudah tidur
hanya waktu dan suara Ibu yang dapat membangunkan Kami. Itulah kenangan 6 tahun
lalu, sekarang Aku sedang duduk di bangku perkuliahan dan Aku sangat merindukan
moment bersama Ayah. Jika orang lain bilang Ayah adalah tulang punggung
keluarga, bagiku Ayah lebih dari sekedar tulang punggung melainkan malaikat
penjaga yang luar biasa kuat mampu mendayung bahtera rumah tangga yang amat
besar dan berat melewati ombak dan badai… Dan jika kalian bertanya siapa
manusia terhebat di dunia ini tentu saja Aku dengan yakin menjawab “AYAHKU…”
“ibarat dalam peperangan tameng terkuat
bukanlah tameng yang terbuat dari besi maupun baja, namun temang terkuat iyalah
Ayah, bukan hanya melindungimu namun juga mengajarkanmu untuk menyerang balik –
Kak Ngun”
Pekanbaru,
26 Februari 2017
Kak
Ngun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar