BERSABARLAH HATI
Suatu Kenangan
muncul ke permukaan,
Entah kapan
kenangan itu terjadi,
Yang Ku ingat,
saat itu Matahari pergi secara perlahan di ufuk barat ditemani dengan senja
yang tampak menawan,
Tampak menawan
tuk dipandang oleh mata,
Suasana sore
itu terasa tenang, orang - orang tampak berlalu lalang menuju istananya masing
– masing
Kaki pun
melangkah menuju tempat peristirahatan yang biasa orang sebut rumah,
Engkau melintas
di hadapanku, sapaan ringan dan senyuman pun tak dapat dihindari
Itulah pertama
kali Kita bertemu,
Waktu terus
berlalu tak seorang pun dapat menghentikannya,
“Entah kenapa
Kita bisa sedekat ini” ungkap-Ku dalam hati,
Banyak rasa
yang tak bisa Ku jelaskan
Seperti racun
yang menyebar secara perlahan dan menyesakan dada,
“Apakah ini yang
di sebut cinta, rindu, dan sebagainya?” pertanyaan itu terbesit dikepala Ku
Aku tak ingin
mengulang kesalahan yang sama,
Ini bukan
pertama kali Aku merasakannya,
Namun kali ini
benar-benar berbeda,
Aku tersenyum
saat memikirkan hal itu,
Namun Aku berusaha untuk tetap berpikir jernih,
Yang bisa Aku
lakukan hanya berdoa kepada sang pemilik hati dan yang maha membolak balikan
hati,
Jika benar
perasaan ini suci Aku harap perasaan ini terjaga,
Jika benar
perasaan ini tulus Aku harap hati ini tetap bersabar,
Sungguh
tersiksa namun itulah fitrah manusia,
Aku harap
perasaan, cinta, dan rindu ini tidak berlebihan,
Dan jangan
sampai cinta ini melibihi cintaku kepada-Mu Ya Rabb.
Sekali lagi
bersabarlah hati dan tetaplah tenang hingga waktunya tiba.
Pekanbaru,
9 April 2017
Kak
Ngun