Rabu, 15 Februari 2017

Maaf Jika Aku Tak seAsik Yang Dulu

Maaf Jika Aku Tak seAsik Yang Dulu


Maaf,,,,

Maaf jika Aku telah berubah,

Aku hanya ingin Kau tahu hidup ini merupakan perjalanan,

Perjalanan yang amat panjang, bukan hanya diam di tempat,

Jika memang Kau adalah sahabatku, Ku yakin Kau pasti mengerti,

Dulu Aku pernah berkata “Tegur Aku jika Aku berubah”

Tapi apakah Kau tahu apa yang Aku maksud?

Iya,,,, Aku memang sudah berubah tak seperti yang dulu,

Aku berubah berusaha untuk menjadi lebih baik,

Wahai sahabat,,,

Sejujurnya bukan Aku yang berubah,

Hanya saja dirimu yang selalu diam di tempat,

Sampai kapan Kau akan terus begitu?

Maaf,,,,

Maaf jika Aku tak sesempurna yang engkau bayangkan,

Maaf jika Kita tak lagi sejalan,

Marilah melangkah bersama wahai sahabat untuk tujuan yang lebih baik,

Kita bukanlah anak kecil lagi yang bermain tanpa beban di halaman rumah seperti dahulu,

Iya,,, Aku tak akan memaksamu sejalan denganku,

Ku yakin Kau tahu jalan mana yang seharusnya Kau tempuh,

Hidup ini pilihan, apa yang Kau pilih hari ini akan menentukan masa depan Mu di hari esok,,,

Sekali lagi Maaf,

Maaf jika Aku tak se Asik yang dulu,,,,


Pekanbaru, 15 Februari 2017




Kak Ngun

Rabu, 01 Februari 2017

Melangkah Pergi

Melangkah Pergi 

Anak Rantau,

Itulah yang orang bilang,

Itulah sebutan bagi Kami,

Bagi orang-orang yang pergi dari sangkarnya dengan berbagai tujuan,

Aku pergi bukan tanpa alasan,

Aku pergi dengan sejuta harapan,

Banyak mimpi-mimpi yang ingin Ku raih,

Banyak hal yang ingin Aku dapatkan dan pelajari,

Dari menimba ilmu, mengais rizki hingga memantaskan diri,

Langkah demi langkah Hari demi hari kujalani dengan kesabaran dan keikhlasan

Terpaan badai pun mulai berdatangan,

Terkadang terpaan yang sangat hebat menghantam diriku,

Hingga Aku terjatuh sejatuh jatuhnya,

Berat rasanya untuk bangkit,

Berat rasanya untuk kembali melangkah,

Namun seketika senyumanmu melintas di pikiranku,

Senyuman penyemangat dengan sejuta makna dan harapan,

Tahu kah dirimu, bahwa dirimulah salah satu motivasi terbesarku untuk dapat melangkah maju,

Engkau menyadarkanku bahwa aku pergi bukan untuk jatuh,

Aku pergi untuk kembali,

Kembali dengan segenggam prestasi,

Kembali dengan segenggam emas,

Kembali dengan kepantasan diri,

Apakah semudah itu?

Tentu saja tidak,

Sadarlah!!!! untuk meraih semua itu aka ada banyak pengorbanan,

Akan ada gunung terjal yang harus Kau daki dan lembah berduri yang harus Kau lewati,

Hanya niat, keyakinan, dan tekad sebagai bekal perjalanan,

Bismillahirahmannirahim Aku melangkah pergi,,,,,


Batam, 28 Januari 2017



Kak Ngun

Selasa, 17 Januari 2017

Antara Gelap dan Terang

Antara Gelap dan Terang

Gelap dan terang,

Dua sisi yang sangat bertolak belakang,

Dua sisi yang tak dapat menyatu,

Tapi taukah Engkau bahwa ada pelajaran yang kita ambil dari 
Gelap dan Terang,

Meskipun tak dapat menyatu namun mereka dapat berdampingan,

Bahkan mereka akan terus berdampingan,

Mereka tak dapat berdiri sendiri,

Sadarkah Engkau bahwa kita diciptakan bukan untuk menyatu,

Namun kita tercipta untuk hidup berdampingan,

Kita tercipta untuk saling melengkapi,

Namun pantaskah Aku berada di sisinya?

Sudahlah cepat bangun dari tidurmu,

Bagaimana mungkin engakau pantas mendampinginya jika engakau hanya berangan-angan?

Ini bukanlah dunia sihir yang bisa mengabulkan keinginanmu secara instan,

Ini bukanlah dunia dongeng yang selalu berakhir bahagia,

Selalu ada pengorbanan sepenuh hati untuk mencapai suatu tujuan,

Selalu ada konsekuensi dalam setiap pilihanmu,

Engkaulah yang menentukan pilihanmu,

Kehidupanmu yang sekarang merupakan pilihanmu di masa lalu,

Dan pilihanmu sekarang akan menggambarkan kehidupanmu di masa depan,

Pantaskan dirimu dan tanyakan ke dirimu sendiri jalan mana yang kamu pilih,

Aku tak mau impian itu menjadi angan angan belaka,

Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Kalau bukan kita siapa lagi?

Mari melangkah bersama ke arah yang lebih baik,,,,,,


Pekanbaru, 13 Januari 2017




Kak Ngun

Sabtu, 31 Desember 2016

Hargai Waktumu

Hargai Waktumu

Malam apa? Malam tahun baru?

Bukankah semua itu malam sama saja?

Apa yang membuat malam itu beda?

Bukankah di malam itu akan lebih baik jika kita berdzikir, beribadah, dan memohon ampun kepada Allah SWT atas semua dosa-dosa kita?

Sudahlah kawan hentikan perayaan itu,

Hargai waktumu,

Banyak hal yang lebih bermanfaat yang bisa engkau lakukan,

Lihatlah kawan, banyak orang yang menghamburkan uangnya hanya untuk kebahagiaan semalam,

Lihatlah kawan banyak pasangan pasangan yang belum mahramnya berdua duaan di muka umum,

Lihatlah begitu banyak maksiat-maksiat yang dilakukan malam ini,

Apakah mereka sadar hal itu sia-sia? Bahkan hanya sedikit manfaat yang diperoleh

Sudahlah mari kita pulang,

Aku tak mau melihat dirimu berada di jalan yang salah,

Aku sadar masih banyak juga yang kurang dari diriku, tapi bukankah kewajiban setiap muslim adalah saling mengingatkan?

Mungkin malam ini Aku yang mengingatkanmu, di lain kesempatan Aku berharap Engkau yang mengingtakan Aku jika Aku melangkah ke jalan yang salah,

Astagfirullah,,,

Ya Allah, jagalah kami agar selalu berada di jalan lurusmu,,,


Pekanbaru, 31 Desember 2017



Kak Ngun

Minggu, 25 Desember 2016

Sudahkah Kita Mengingat KEMATIAN?

Sudahkah Kita mengingat KEMATIAN?

Sudahkah kita berzikir hari ini?

Sudahkah kita shalat 5 waktu hari ini?

Sudahkah kita beristigfar hari ini?

Dan apakah Kamu masih mengingat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap hembusan nafasmu?

Kita terlalu sibuk memantaskan diri untuk JODOH yang belum tentu kita dapatkan di dunia,

Bukankah kematian itu sudah pasti dan pasti akan datang?

Ya Aku tau memantaskan diri untuk jodoh bukanlah hal yang salah,

Namun,,,,

Bukankah kehidupan ini lebih dari sekedar jodoh,

Bisa saja waktu kita tak lama lagi hidup di dunia ini,

Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian?

Bagaimana jika kematian lebih dahulu menemuimu dibandaing jodoh?

Sudahkah Kamu siap?

Lihatlah mereka yang sudah mendahului Kita,

Tidak kah Kau sadar? Kita akan menyusul mereka,

Sudahlah jangan kau mengelak,

Siapkan bekalmu sekarang,,,,

Iya sekarang juga,,, Kita tak tahu kapan maut menemui kita,

Bukankah ada pepatah yang mengatakan “sedia payung sebelum hujan”?

Karena penyesalan selalu datang diakhir,

Jika waktunya tiba, kita tak akan dapat mengelak,

Dan tidak ada satupun yang dapat menolong kita selain amal Kita,

Aku tau terkadang Aku juga melupakan yang namanya kematian,,,

Aku hanya mengingatkanmu kawan, Ku harap kita bisa melangkah ke surgaNya bersama sama,,

Astagfirullah,,, Ya Allah Aku memohon ampun kepadaMu,,,


Pekanbaru, 25 Desember 2016



Kak Ngun

Jumat, 09 Desember 2016

Pantaskah Aku Ditunggu

Pantaskah Aku Ditunggu

Malam datang dengan gagah dan menghapus siang secara perlahan,

Sebuah surat entah dari siapa yang mengatasnamakan rindu datang padaku,

Rindu? Hati kecilku bertanya tanya,

Kubuku surat itu dengan perlahan,

Surat rindu itu tampak indah tuk dilihat, kata demi kata ditulis dengan ketulusan hati bertintakan cinta

Awalnya Aku ragu untuk membaca, namun Ku tau rindu merupakan satu hal yang rumit dan tidak mudah dituangkan dalam sepucuk surat ini,

Kubaca perlahan kata demi kata, kalimat demi kalimat sungguh menyentuh hati,

Entah apakah Aku harus senang? Sedih? Atau marah?,

Seseorang merindukanku? Seseorang menungguku? Itulah kesimpulan yang aku dapat setelah Ku baca surat itu,

Hati kecil ini kembali bertanya tanya, apakah benar Aku ini pantas dirindukan? Apakah benar Aku ini pantas untuk ditunggu?

Waktu terus berjalan, tak satupun jawaban aku dapatkan,,,

Semakin kubaca surat itu semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin banyak kerinduan yang datang dan bisa saja menguburku setiap saat,

Namun aku sadar, Aku masih jauh dari kata “pantas” , banyak yang harus Aku perbaiki untuk diri ini,

Satu hal yang harus dirimu ketahui, Aku merasakan hal yang sama,,,,

Bersabarlah untuk diri ini dan bersabarlah untuk dirimu,

Percayalah Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita,

Jika memang Kita tak dapat bertemu setidaknya doaku dan doamu menyatu di langit,,,,,


Pekanbaru, 9 Desember 2016



KakNgun

Senin, 05 Desember 2016

PESAN UNTUK YANG JAUH DISANA

PESAN  UNTUK  YANG  JAUH  DISANA


Tak terasa ribuan hari telah engkau lewati,
ratusan bulan telah engkau jalani,
dan belasan tahun telah engkau lalui,
sudah pasti telah banyak yang berubah,
semakin dewasa dengan pemikiran-pemikiran yang matang,
Ku yakin telah banyak badai masalah yang engkau hadapi,
namun bukankah hal itu membuat dirimu tumbuh kuat dan semakin kuat?
kuat tuk melangkah maju.
Satu hal yang tak boleh engkau lupakan dari badai masalah,
dia tidak datang sendiri, selalu ada pelangi kebahagiaan yang mendampinginya.
Umur bertambah, raga menua
Namun,,,,
Jiwamu akan tetap muda dan abadi di dalam hati
Pesanku padamu jagalah selalu kemuliaanmu, semoga Allah menjaga kefitrahanmu, gapai cita citamu dan JANGAN LUPA BAHAGIA,,,,

#salambahagia #specialtosomeone

Pekanbaru, 1 Desember 2016



KakNgun