Rindu Ibu
Sore ini
suasana begitu tenang, kurasakan hembusan angin yang menerpa raga ini, rumput
bergoyang seolah olah melambai kepadaku, kulihat pohon tampak nyaman menari
bersama hembusan angin, ku pejamkan mata ini kunikmati segala keberkahan dan kasih
sayang Mu ya Rabb. Kurasakan ke hangatan kasih sayang dalam tiap hembusan angin
ini.
Sungguh hati
ini mersakan ketenangan yang amat dalam dalam setiap terpaan angin ini, Aku
teringat akan momen dimana Aku merasakan hembusan kasih sayang yang beribu kali
lebih hangat dan nyaman dari yang Aku rasakan sekarang, sebuah hembusan dalam
bentuk pelukan, pelukan yang tak ingin Aku lepaskan, Pelukan dari bidadari
dunia yaitu pelukanmu IBU, terlintas beberapa kenangan dimana senyumanmu,
pelukanmu, dan kasih sayangmu yang selalu menemaniku tumbuh, berkembang dan
siap menghadapi dunia yang fana ini, dirimu selalu ada di belakang ku mendorong
Ku untuk melangkah maju disaat aku mulai ragu tuh terus maju.
Kini Aku
merasakan ada sesuatu yang hilang saat Aku jauh darimu Ibu, tak Ku dengar lagi
nasehat-nasehat mu, tak ada lagi motivasi-motivasi mu saat aku mulai terpuruk,
Sudah pasti raga ini merindukan kehangatan pelukanmu, telinga ini rindu akan
kata-kata mutiara mu yang membangkitkan semangat, sungguh Aku rindu padamu Ibu.
Namun Aku tersadar kemanapun Aku pergi Engkau selalu ad di sampingku, doa mu
menerangi jalanku untuk melangkah maju, terimakasih Ibu, kasih sayangmu tak
akan pernah dapat Ku balas walau kuhabiskan umurku tuk membalas kasih sayangmu.
Pekanbaru, 26 November 2016
KakNgun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar