Sabtu, 31 Desember 2016

Hargai Waktumu

Hargai Waktumu

Malam apa? Malam tahun baru?

Bukankah semua itu malam sama saja?

Apa yang membuat malam itu beda?

Bukankah di malam itu akan lebih baik jika kita berdzikir, beribadah, dan memohon ampun kepada Allah SWT atas semua dosa-dosa kita?

Sudahlah kawan hentikan perayaan itu,

Hargai waktumu,

Banyak hal yang lebih bermanfaat yang bisa engkau lakukan,

Lihatlah kawan, banyak orang yang menghamburkan uangnya hanya untuk kebahagiaan semalam,

Lihatlah kawan banyak pasangan pasangan yang belum mahramnya berdua duaan di muka umum,

Lihatlah begitu banyak maksiat-maksiat yang dilakukan malam ini,

Apakah mereka sadar hal itu sia-sia? Bahkan hanya sedikit manfaat yang diperoleh

Sudahlah mari kita pulang,

Aku tak mau melihat dirimu berada di jalan yang salah,

Aku sadar masih banyak juga yang kurang dari diriku, tapi bukankah kewajiban setiap muslim adalah saling mengingatkan?

Mungkin malam ini Aku yang mengingatkanmu, di lain kesempatan Aku berharap Engkau yang mengingtakan Aku jika Aku melangkah ke jalan yang salah,

Astagfirullah,,,

Ya Allah, jagalah kami agar selalu berada di jalan lurusmu,,,


Pekanbaru, 31 Desember 2017



Kak Ngun

Minggu, 25 Desember 2016

Sudahkah Kita Mengingat KEMATIAN?

Sudahkah Kita mengingat KEMATIAN?

Sudahkah kita berzikir hari ini?

Sudahkah kita shalat 5 waktu hari ini?

Sudahkah kita beristigfar hari ini?

Dan apakah Kamu masih mengingat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap hembusan nafasmu?

Kita terlalu sibuk memantaskan diri untuk JODOH yang belum tentu kita dapatkan di dunia,

Bukankah kematian itu sudah pasti dan pasti akan datang?

Ya Aku tau memantaskan diri untuk jodoh bukanlah hal yang salah,

Namun,,,,

Bukankah kehidupan ini lebih dari sekedar jodoh,

Bisa saja waktu kita tak lama lagi hidup di dunia ini,

Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian?

Bagaimana jika kematian lebih dahulu menemuimu dibandaing jodoh?

Sudahkah Kamu siap?

Lihatlah mereka yang sudah mendahului Kita,

Tidak kah Kau sadar? Kita akan menyusul mereka,

Sudahlah jangan kau mengelak,

Siapkan bekalmu sekarang,,,,

Iya sekarang juga,,, Kita tak tahu kapan maut menemui kita,

Bukankah ada pepatah yang mengatakan “sedia payung sebelum hujan”?

Karena penyesalan selalu datang diakhir,

Jika waktunya tiba, kita tak akan dapat mengelak,

Dan tidak ada satupun yang dapat menolong kita selain amal Kita,

Aku tau terkadang Aku juga melupakan yang namanya kematian,,,

Aku hanya mengingatkanmu kawan, Ku harap kita bisa melangkah ke surgaNya bersama sama,,

Astagfirullah,,, Ya Allah Aku memohon ampun kepadaMu,,,


Pekanbaru, 25 Desember 2016



Kak Ngun

Jumat, 09 Desember 2016

Pantaskah Aku Ditunggu

Pantaskah Aku Ditunggu

Malam datang dengan gagah dan menghapus siang secara perlahan,

Sebuah surat entah dari siapa yang mengatasnamakan rindu datang padaku,

Rindu? Hati kecilku bertanya tanya,

Kubuku surat itu dengan perlahan,

Surat rindu itu tampak indah tuk dilihat, kata demi kata ditulis dengan ketulusan hati bertintakan cinta

Awalnya Aku ragu untuk membaca, namun Ku tau rindu merupakan satu hal yang rumit dan tidak mudah dituangkan dalam sepucuk surat ini,

Kubaca perlahan kata demi kata, kalimat demi kalimat sungguh menyentuh hati,

Entah apakah Aku harus senang? Sedih? Atau marah?,

Seseorang merindukanku? Seseorang menungguku? Itulah kesimpulan yang aku dapat setelah Ku baca surat itu,

Hati kecil ini kembali bertanya tanya, apakah benar Aku ini pantas dirindukan? Apakah benar Aku ini pantas untuk ditunggu?

Waktu terus berjalan, tak satupun jawaban aku dapatkan,,,

Semakin kubaca surat itu semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin banyak kerinduan yang datang dan bisa saja menguburku setiap saat,

Namun aku sadar, Aku masih jauh dari kata “pantas” , banyak yang harus Aku perbaiki untuk diri ini,

Satu hal yang harus dirimu ketahui, Aku merasakan hal yang sama,,,,

Bersabarlah untuk diri ini dan bersabarlah untuk dirimu,

Percayalah Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita,

Jika memang Kita tak dapat bertemu setidaknya doaku dan doamu menyatu di langit,,,,,


Pekanbaru, 9 Desember 2016



KakNgun

Senin, 05 Desember 2016

PESAN UNTUK YANG JAUH DISANA

PESAN  UNTUK  YANG  JAUH  DISANA


Tak terasa ribuan hari telah engkau lewati,
ratusan bulan telah engkau jalani,
dan belasan tahun telah engkau lalui,
sudah pasti telah banyak yang berubah,
semakin dewasa dengan pemikiran-pemikiran yang matang,
Ku yakin telah banyak badai masalah yang engkau hadapi,
namun bukankah hal itu membuat dirimu tumbuh kuat dan semakin kuat?
kuat tuk melangkah maju.
Satu hal yang tak boleh engkau lupakan dari badai masalah,
dia tidak datang sendiri, selalu ada pelangi kebahagiaan yang mendampinginya.
Umur bertambah, raga menua
Namun,,,,
Jiwamu akan tetap muda dan abadi di dalam hati
Pesanku padamu jagalah selalu kemuliaanmu, semoga Allah menjaga kefitrahanmu, gapai cita citamu dan JANGAN LUPA BAHAGIA,,,,

#salambahagia #specialtosomeone

Pekanbaru, 1 Desember 2016



KakNgun

Sabtu, 26 November 2016

Rindu Ibu

Rindu Ibu

          Sore ini suasana begitu tenang, kurasakan hembusan angin yang menerpa raga ini, rumput bergoyang seolah olah melambai kepadaku, kulihat pohon tampak nyaman menari bersama hembusan angin, ku pejamkan mata ini kunikmati segala keberkahan dan kasih sayang Mu ya Rabb. Kurasakan ke hangatan kasih sayang dalam tiap hembusan angin ini.


          Sungguh hati ini mersakan ketenangan yang amat dalam dalam setiap terpaan angin ini, Aku teringat akan momen dimana Aku merasakan hembusan kasih sayang yang beribu kali lebih hangat dan nyaman dari yang Aku rasakan sekarang, sebuah hembusan dalam bentuk pelukan, pelukan yang tak ingin Aku lepaskan, Pelukan dari bidadari dunia yaitu pelukanmu IBU, terlintas beberapa kenangan dimana senyumanmu, pelukanmu, dan kasih sayangmu yang selalu menemaniku tumbuh, berkembang dan siap menghadapi dunia yang fana ini, dirimu selalu ada di belakang ku mendorong Ku untuk melangkah maju disaat aku mulai ragu tuh terus maju.



          Kini Aku merasakan ada sesuatu yang hilang saat Aku jauh darimu Ibu, tak Ku dengar lagi nasehat-nasehat mu, tak ada lagi motivasi-motivasi mu saat aku mulai terpuruk, Sudah pasti raga ini merindukan kehangatan pelukanmu, telinga ini rindu akan kata-kata mutiara mu yang membangkitkan semangat, sungguh Aku rindu padamu Ibu. Namun Aku tersadar kemanapun Aku pergi Engkau selalu ad di sampingku, doa mu menerangi jalanku untuk melangkah maju, terimakasih Ibu, kasih sayangmu tak akan pernah dapat Ku balas walau kuhabiskan umurku tuk membalas kasih sayangmu.


Pekanbaru, 26 November 2016


KakNgun

Kamis, 20 Oktober 2016

Badai Kenangan

Badai Kenangan

Angin berhembus kencang dimalam yang mencekam, kilat menyambar dengan garang, pohon terombang ambing seakan meminta pertolongan, Ku lihat awan hitam pekat yang seakan-akan membawa kesedihan dan keluh kesah seluruh umat manusia, tak lama kemudian hujan pun turun dengan tajam menghujani bumi.


Badai ini mengingatkanku dengan secercah kenangan yang tampak begitu indah, Aku lalui hari demi hari dengan senyuman dan ketenangan tanpa kekhawatiran, itulah zona nyaman yang pernah aku lalui namun, Waktu memaksaku pergi meninggalkan semua kenikmatan dan kenyamanan pada saat itu layaknya badai yang datang mengganggu ketenangan malam, raga ini pergi bukan tanpa alasan, raga ini pergi karena Aku sadar kapan diri ini berkembang? Masa depan menanti di depan sana, Aku mencoba meraihnya bukan sekedar untuk keegoisanku, tapi untuk mengharapkan Rahmat, Karunia, dan keRidhoan Mu ya Rabb. Selain itu diri ini ingin melihat senyuman bangga sepasang malaikat penjagaku di bumi yang biasa disebut ayah dan ibu.


Air mata pun jatuh seakan menandakan bahwa berat kaki ini melangkah namun waktu dan masa depan medorong raga ini pergi layaknya anak burung yang keluar dari sangkarnya untuk mempertahankan hidupnya. Meskipun begitu Aku yakin ini adalah skenario terbaik yang diberikan Allah SWT. Aku yakin badai pastilah berlalu, aka ada kesejukan dan ketenangan dibalik badai yang liar ini. Halo masa depan Aku datang untukmu,,,,,,



Pekanbaru, 15 Oktober 2016


KakNgun


Sabtu, 15 Oktober 2016

Seanggun Cahaya Rembulan

Seanggun Cahaya Rembulan

Malam ini langit begitu cerah untuk dipandang,
Bintang berlarian kesana kemari,
Rembulan menampakan senyumnya dan cahayanya menambahkan pesonanya, suatu kemuliaan bagi yang memandang
Terlintas bayangan dirimu saat ku tatap rembulan,
Dirimu tersenyum anggun kepadaku, tersipu malu kau buat diriku malam ini
Ingin ku raih tanganmu dan kubawa terbang diantara bintang-bintang
Namun aku segera tersadar dari lamunanku,
Andai kau tau perasaan ini, namun aku sadar bukankah kita terlalu dini untuk mengenal cinta?
Di setiap nafas yang ku hembuskan ini hanya permohonan yang terucap,
Semoga cinta dalam hati ini terjaga dalam kesucian sampai dimana kita pantas membaginya,
Raga ini yakin semua akan indah pada waktunya,
Di malam yang pekat ini Aku hanya bisa pasrah dan menanti di ujung dermaga kerinduan,
Hanya ke anggunan cahaya rembulan sebagai pelipur lara.

Pekanbaru, 9 September 2016



KakNgun