Khawatir
Aku tahu dirimu khawatir, apalagi dengan jarak yang memisahkan
kita.
Tak heran jika dirimu menanyakan sesuatu mengenai “menjaga perasaan”
Tak heran jika dirimu cemburu kepadaku,
Aku akui begitu banyak godaan yang datang,
Aku akui cukup berat menjaga suatu perasaan ini,
Aku ingin Engkau tahu, bahwa Aku merasakan yang sama, namun Aku
tetap yakin dan percaya kepadamu,
“Apakah engkau juga menjaga perasaan ini sebagaimana Aku menjaganya?”
tanpa Aku sadari pertanyaan itu muncul begitu saja,
Namun Aku sadar belum saatnya Aku mendengar jawaban atas pertanyaan
tersebut, Aku lebih memilih menyibukan diri hingga Aku lupa dengan pertanyaan
itu,
Namun layaknya boomerang pertanyaan itu datang kembali, sejauh
apapun Aku melemparnya pertanyaan itu selalu datang kembali,
Hingga suatu malam dirimu yang menanyakan hal itu langsung
kepadaku,
Jujur Aku sangat gembira engkau menanyakannya padaku, kuutarakan
semuanya kepadamu tanpa ada yang kusembunyikan lagi,
Dan satu hal yang Aku pahami, di malam itu kita mengkhawatirkan hal
yang sama,
Kita sama sama tahu bahwa Allah Swt. tahu apa yang terbaik untuk
Kita,
Yang bisa Kita lakukakan hanyalah berusaha menjaga, terus berharap,
dan menjaga kemurniaannya didalam doa.
Pekanbaru, 21 Mei 2017
Kak Ngun