Badai Kenangan
Angin berhembus kencang
dimalam yang mencekam, kilat menyambar dengan garang, pohon terombang ambing
seakan meminta pertolongan, Ku lihat awan hitam pekat yang seakan-akan membawa
kesedihan dan keluh kesah seluruh umat manusia, tak lama kemudian hujan pun
turun dengan tajam menghujani bumi.
Badai ini
mengingatkanku dengan secercah kenangan yang tampak begitu indah, Aku lalui
hari demi hari dengan senyuman dan ketenangan tanpa kekhawatiran, itulah zona
nyaman yang pernah aku lalui namun, Waktu memaksaku pergi meninggalkan semua
kenikmatan dan kenyamanan pada saat itu layaknya badai yang datang mengganggu
ketenangan malam, raga ini pergi bukan tanpa alasan, raga ini pergi karena Aku
sadar kapan diri ini berkembang? Masa depan menanti di depan sana, Aku mencoba
meraihnya bukan sekedar untuk keegoisanku, tapi untuk mengharapkan Rahmat,
Karunia, dan keRidhoan Mu ya Rabb. Selain itu diri ini ingin melihat senyuman
bangga sepasang malaikat penjagaku di bumi yang biasa disebut ayah dan ibu.
Air
mata pun jatuh seakan menandakan bahwa berat kaki ini melangkah namun waktu dan
masa depan medorong raga ini pergi layaknya anak burung yang keluar dari
sangkarnya untuk mempertahankan hidupnya. Meskipun begitu Aku yakin ini adalah
skenario terbaik yang diberikan Allah SWT. Aku yakin badai pastilah berlalu, aka
ada kesejukan dan ketenangan dibalik badai yang liar ini. Halo masa depan Aku
datang untukmu,,,,,,
Pekanbaru, 15 Oktober 2016
KakNgun
1 komentar:
secercah harapan yg semoga menjadi pelipur lara dikala hati tak bersapa.
Posting Komentar